Jl. Jawa No. 16

Jember Jawa Timur

Sen-Jum : 07:00 - 15:30 WIB

Jam Operasional

Workshop Sekolah Rujukan Nasional

Berikut adalah undangan Workshop Rujukan Nasional dari SMA Negeri 1 Jember kepada SMA Negeri 2 Jember

1  Workshop Soal – Soal Berbasis LMS

 plt-lms5 plt-lms1

implementasi-e-_-raport-1024x576

Pada hari Minggu, 18 Agustus 2016  bertempat di aula Madya dan Lab TI SMA Negeri 1 Jember  , SMA Negeri 2 Jember mendapatkan kesempatan untuk memenuhi undangan dalam kegiatatan Workshop Pembuatan Soal – Soal Berbasis LMS. Bertugas sebagai narasumber dalam pelatihan adalah Bpk. Muh. Husnan Sarofi dan Bpk. Heru Teguh Santosa yang merupakan administrator LMS di SMAN 1 Jember. Kegiatan yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu praktikum penggunaan LMS sebagai media pembelajaran, dimana fokusnya adalah pembuatan soal-soal dan aktivitas kuis menggunakan fasilitas LMS yang dimiliki sekolah. LMS adalah sebuah sistem aplikasi yang memperlihatkan bagaimana siswa dapat mengumpulkan tugas harian dengan menguploadnya ke dalam sistem LMS melalui perangkat handphone android. Kegiatan kemudian dilanjutkan praktikum dengan pengaturan pembelajaran, pembuatan sumber belajar dan aktivitas belajar di dalam LMS dengan singkat. Praktik yang terakhir adalah pembuatan soal-soal LMS sekaligus pembuatan aktivitas kuis.

 

2  Workshop Pengembangan Soal – Soal HOTS

img-20160925-wa0014 img-20160925-wa0010

 

Pada hari Minggu, 25 September 2016 bertempat di aula Madya SMA Negeri 1 Jember, SMA Negeri 2 Jember mendapatkan kesempatan untuk memenuhi undangan dalam kegiatatan Workshop Pembuatan Soal – Soal bertipe High Order Thingking Skill (HOTS). Bertindak sebagai narasumber adalah Drs. H. Mujib, M.Pd dari SMAN 1 Giri Banyuwangi yang juga merupakan narasumber dari Dirjen Dikdasmen Kemdikbud RI. Kegiatan ini diselenggarakan pada   Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa latar belakang pelatihan penyusunan soal – soal HOTS merujuk kepada:

  1. hasil pengujian pelajar internasional (Program for Internasional Students Assesment/PISA) tahun 2012 yang menyebutkan bahwa pelajar di Indonesia memiliki peringkat terbawah dalam memahami soal – soal dibandingkan negara – negara lain
  2. Beberapa Guru SMA disinyalir masih memberikan soal – soal berlevel C-1/Low Order Thingking Skill, dan berbasis kontekstual/teoritis

img-20160925-wa0008 img-20160925-wa0011

14463227_1305771689447377_6107427047179722654_n wrk-hots10-1024x576

Diharapkan nantinya,penyusuanan ujian semester,ujian kenaikan kelas, dan ujian sekolah memiliki komposisi level soal bertipe 20% HOTS, 30% mudah dan 50% medium. Penyusunan soal berlevel HOTS harus memasukkan kondisi/fenomena mengenai keakurasian,pemutakhiran data – data yang paling up to date. Soal HOTS harus mengaitkan keterpaduan minimal 3 konsep materi bidang studi lainnya, sehingga nantinya terjadi proses pembentukan kompetensi olah berpikir bagi peserta didik secara kritis, kolaboratif, dan team work. Bpk Drs. H. Mujib, M.Pd juga menambahkan indikator – indikator Kompetensi Dasar (KD) yang sudah diterbitkan dalam soal – soal MID semester, sebaiknya tidak dimunculkan kembali pada ujian selanjutnya. Setelah narasumber menyampaikan pemaparannya,peserta Workshop diwajibkan melakukan penyusunan kisi-kisi dan butir soal HOTS. Setelah ISHOMA kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil pembuatan soal HOTS dari beberapa mapel yang langsung dinilai atau ditanggapi oleh narasumber.

 

3  Workshop Penumbuhan Budi Pekerti di Lingkungan Sekolah

14590039_1036446216472554_5794343659168314147_o

14523109_1036507126466463_1054670166458221426_n  14495520_1036507086466467_2495920822216458448_n

4  Workshop Kewirausahaan

img_7207 img_7224

 

Dalam kesempatan tersebut,  SMA Negeri 2 Jember mendapatkan pencerahan dan ilmu2 baru mengenai dinamika kelompok entrepreneurship yang ada di Indonesia maupun di dunia. Dijelaskan bahwa normalnya, komposisi kelompok entrepreneur di suatu negara maju sedikitnya harus sebesar 2%,sedangkan di Indonesia baru mencapai 0,18%. Pemaparan terkait fakta ini disampaikan oleh Ibu Linda sbg pemateri dari Universitas Ciputra. Beliau juga mengatakan terdapat perbedaan antara pengusaha dengan pebisnis,menurutnya setiap pebisnis pasti merupakan pengusaha, namun setiap pengusaha belum tentu pebisnis. Seorang Entrepreneur itu mampu mengubah sesuatu yang mungkin awalnya memiliki value rendah/bahkan tdk bernilai menjadi value yg sangat berharga.Pemaparan motivasi kewirausahaan berikutnya disampaikan oleh Bpk. Suryadi selaku guru bidang studi Fisika dari SMASA Jbr. Beliau menyampaikan dgn penuh antusias & bersemangat mengenai Teori CashFlow Quadrant yang  diadopsinya dari judul buku terkenal “Rich Dad Poor Dad” karangan Robert T Kiyosaki. Beliau menjelaskan tentang kelompok ekonomi seseorang itu dibagi menjadi 4 yakni, Employee,Self-Employee,Businessman,&Investor. Kepada seluruh peserta undangan, Pak Sur, sapaan akrabnya berpesan agar kita semua memiliki mental untuk tidak  pernah takut gagal,karena setiap manusia pada hakikatnya sudah disediakan jatah gagalnya sendiri – sendiri,berterima kasihlah kepada kegagalan,karena  jika itu sedang terjadi, maka sebetulnya jatah gagal anda tekah berkurang. Bapak Suryadi menutup menjelaskan mengenai kombinasi strategi marketing antara networking dgn jalur distribusi agar terjadi suatu konsep bisnis yang bersistem,suistanable, dan omset penjualan selalu mengalir terus.

 

img_7212 seminarkwu

img_7229 img_7208

 

5  Workshop Implementasi E- Raport

15219627_1368568996500979_2462109444522664422_n implementasi-e-_-raport

 

foto by : SMA Negeri 1 Jember